Rabu, 16 September 2009

Belajar sebagai Ajang Perubahan Perilaku Seseorang

Oleh: Nknik M. Kuntarto, S.Pd., M.Hum.


"Siapa sangka bahwa dulu Ubud adalah sebuah desa terpencil di sebuah bukit di bali, daerah yang“Siapa sangka bahwa dulu Ubud adalah sebuah desa terpencil di sebuah bukit di Bali, daerah yang tertutup dan berhutan lebat sehingga para turis pun merasa takut dan tidak berani menginjakkan kakinya di Ubud. Ubud tidak akan pernah menjadi daerah kunjungan wisata kalau tak ada seorang yang sungguh-sungguh melakukan PERUBAHAN. Sang pengubah itu adalah Tjokorda Gde Agung Sukawati, Raja Ubud. Semasa hidupnya, G.A. Sukawati sangat memerhatikan kesenian. Ia berpikir rakyatnya tidak bisa hidupn seperti ini terus-menerus. Kemudian, ia mulai mencari jalan agar rakyatnya bisa membuat karya bernilai. Oleh karena itu, setiap kali ia mendengar ada pelukis hebat datang ke Bali, ia ajak ke Ubud. Ia memburu orang-orang terkenal seperti Affandi, Hanz Snell, dan Antonio Blanco. Dijemputnya di pelabuhan. Bahkan diberikannya rumah. Syaratnya hanya satu: Tolong ajarkan anak-anak Ubud melukis.

Antonio Blanco adalah salah satu pelukis terkenal yang banyak memberikan pengaruh terhadap perkembangan seni lukis di Ubud. Bahkan, ia sampai jatuh cinta pada gadis Bali dan menetap di Bali hingga akhir hayatnya. Konon, sebelum kedatangan para pelukis terkenal, lukisan-lukisan seniman Ubud terbatas hanya pada tema –tema yang lazim ditemui pada epos Mahabarata dan Ramayana. Sekarang, mereka bisa menghasilkan karya-karya yang sangat ekspresif dngan multitema. Gagasan sederhana itu sekarang sangat dinikmati oleh orang-orang Bali. PERUBAHAN telah mengantarkan Ubud menjadi daerah wisata. Berkat keseniannya yang sangat istimewa dan alam pegunungan yang dikelilingi persawahanyang indah, Ubud dikenal sebagai daerah wisata yang sangat digemari dan bernilai ekonomis sangat tinggi. Di sepanjang Ubud kita akan bertemu dengan selebritis dunia, guru-guru besar dari universitas terkenal di dunia, serta usahawan mancanegara. Mereka mengayuh sepeda, mengunjungi musium, membeli lukisan, dan memborong karya-karya seni.

Cerita tentang Ubud yang saya paparkan tersebut menggambarkan bahwa betapa pentingnya sebuah PERUBAHAN. Begitu juga dengan “Belajar”. Belajar adalah proses perubahan perilaku. Seorang pengajar BIPA harus berani mengadakan perubahan. Ia tidak terpaku dan berselancar di atas pola yang dibuat para pendahulunya, tetapi menciptakan jalan-jalan baru yang lebih baik dan lebih sesuai dengan kebutuhan. Bahkan, ia menawarkan tujuan-tujuan baru untuk untuk dicapai bersama-sama. Oleh karena itu, seorang guru BIPA, bukan hanya sebagai pentransfer ilmu, melainkan juga sebagai motivator dan fasilitator yang menyediakan dan memberikan inspirasi kepada peserta didik.

Pada pembelajaran keterampilan menulis, jangan mengajarkan cara menulis karangan saja, tetapi ajarkan mereka untuk membuat peta, menulis berdasarkan gambar, menulis perjalanan, atau menulis kolaborasi. Pada pengajaran tata bahasa, jangan hanya menjelaskan pengertian fonem atau morfem secara terpisah-pisah, tetapi dalam tataran yang lebih tinggi. Fasilitasi mereka dengan cara mengajarkan peserta didik kita untuk langsung terlibat secara aktif dalam sebuah latihan yang bersifat tubian sehingga mereka dapat menyimpulkan sendiri. Pada pengajaran keterampilan kosakata, jangan mengajarkan pengertian kosakata atau menyuruh mereka menghafal kata demi kata, tetapi ajarkan dan kayakan kosakata mereka dengan pelatihan anagram, teka-teki silang, morse, ular tangga, atau pertempuran perang. Tentu, semua itu tetap harus diberikan secara terpadu dengan kemasan yang menarik dan bermakna. Mari kita BERUBAH untuk suatu kebaikan....!


Metode Hibur sebagai Alternatif Metode Pengajarn BIPA

Oleh: Niknik M. Kuntarto, S.Pd., M.Hum.

HARI PERTAMA LOKAKARYA BIPA DI BALI, 8 Juni 2009.


“Ajarkanlah ilmu apa pun pada anak didik dengan cara bermain”, itulah pesan pendidikan yang pernah disampaikan oleh Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara. Saya dapat menarik simpulan bahwa terdapat benang merah yang sama antara ungkapan mulia dari Ki Hajar Dewantara tersebut dan materi pertama yang disampaikan oleh Drs. Nyoman Riasa, M.Ed. pada Lokakarya Prasertifikasi Guru BIPA hari pertama ini. Entertaining method atau metode hibur yang diterapkan APBIPA sangat menarik dan saya sangat setuju. Mengapa demikian? Saya adalah orang yang selalu berpikir, berpikir, dan berpikir bagaimana caranya agar pengajaran bahasa Indonesia menjadi pelajaran yang menarik. Terdapat tantangan yang menarik dan membuat saya memiliki semangat baru ketika saya memasuki dunia bahasa Indonesia. Dengan adanya tantangan demi tantangan itu, ide kreativitas pun muncul, salah satunya adalah penerapan metode hibur.

Nah, sekarang mari kita bahas mengapa metode hibur penting diterapkan pada pengajaran bahasa Indonesia. Alasan pertama, bahasa Indonesia seringkali disepelekan oleh orang lain sehingga menjadi mata pelajaran yang kurang menarik. Selain materi yang tubian dan metode yang konvensional, juga pengajar yang kurang kreatif menciptakan gaya mengajar yang menarik menjadikan pengajaran bahasa Indonesia kurang disukai. Metode hiburan hadir untuk menjawab permasalahan tersebut. Setiap orang tanpa kecuali menyukai hiburan. Dengan metode hibur, pengajaran bahasa Indonesia akan menjadi pengajaran yang disukai banyak orang.

Alasan kedua, dengan metode hibur tanpa terasa peserta didik sudah belajar secara mandiri dan efektif. Tanpa kita paksa mereka untuk belajar, dengan sendirinya mereka sudah belajar. Pengajaran bahasa Indonesia akan menjadi pengajaran yang menyenangkan, santai tapi serius, serius tapi santai.

Alasan ketiga, proses belajar mengajar yang baik adalah proses yang menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran. Tugas pengajar hanyalah motivator dan fasilitator. Melalui metode hibur peserta didik tanpa terasa terlibat aktif, bersemangat belajar, dan mereka menjadi pusat pembelajaran di antara rangkaian proses belajar mengajar. Tugas pengajar adalah mengarahkan peserta didik agar tetap berada dalam koridor tujuan instruksional umum atau khusus,

Alasan terakhir, metode hiburan penting bagi pengajaran bahasa Indonesia karena adanya proses katarsis, sebuah proses penyucian dan penyegaran. Diibaratkan ketika kita baru saja keluar dari pintu bioskop setelah menonton film Ayat-Ayat Cinta, ada pesan moral yang dapat mengubah dan menyucikan jiwa kita menjadi lebih baik. Dengan metode hiburan, setelah keluar dari pintu kelas, peserta didik akan memiliki pengetahuan dan pengalaman baru yang berkesan.

Demikian, analisis saya terhadap materi hari pertama yang dipaparkan oleh Drs. Nyoman Riasa, M.Ed. Proses belajar yang membuat saya terkesan. “Kesan pertama begitu menggoda......! Selanjutnya....?”

Senin, 14 September 2009

PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI DALAM KEGIATAN ADMINISTRASI KAMPUS

Oleh: Niknik M. Kuntarto, S.Pd., M.Hum.


Senin, 16 Maret 2009

Ragam Ilmiah dalam Menulis Akademik

Oleh: Niknik M. Kuntarto, S.Pd., M.Hum.

Kesantunan bahasa di kalangan akademik diwujudkan melalui pemakaian ragam bahasa ilmiah dalam kegiatan menulis akademik, baik secara lisan maupun tulisan. Agar memiliki kesantunan berbahasa, mahasiswa harus sering disodori bacaan yang bisa ditiru sehingga mahasiswa memiliki keterampilan menulis yang baik. Mahasiswa yang pandai membaca akan lebih cepat mampu memahami ejaan, diksi, kalimat, paragraf, dan karangan. Pada Bab III ini penulis akan membahas ketidaksantunan bahasa yang sering dilakukan dalam penulisan akademik dan penulis juga akan menyajikan cara memperbaiki ketidaksantunan tersebut.

Berdasarkan pengamatan terhadap beberapa karangan yang dibuat oleh mahasiswa, baik karangan ilmiah maupun populer, penulis menemukan beberapa ketidaksantunan berbahasa, seperti penerapan ejaan yang salah, pilihan kata yang tidak baku, kalimat yang tidak efektif, paragraf yang tidak padu, dan konvensi penulisan yang tidak teratur. Perhatikan contoh makalah berikut ini.

BAB I

PENDAHULUAN



A. Latar belakang masalah

Sudah tidak bisa di pungkiri dalam kehidupan manusia, kebutuhan air minum merupakan faktor utama. Diberbagai belahan bumi peningkatan kesehatan sangatlah berhubungan erat dengan masalah air minum. Secara ilmiah sumber air minum yang terdapat dalam belahan bumi yang beriklim empat musim dapat dikategorikan lebih baik, namun daerah yang beriklim dua musim sangat dilema, terutama di Indonesia yang sampai saat ini masih sulit mendapatkan standar kwalitas air minum yang baik.

Salah satu dari sekian banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang air minum adalah PT. Romeo Alam Segar yang memroduksi air minum dalam kemasan yang memenuhi standar kwalitas. Saat ini produk tersebut telah tersedia diberbagai sektor pasar, baik pasar sederhana ataupun pasar terkemuka seperti misalnya supermarket, minimarket, dan lain-lain.

Meskipun P.T. Romeo Alam Segar adalah perusahaan yang cukup besar, tetapi penjualan produknya tidak bisa dikatakan tanpa pesaing karena adanya berbagai macam merk yang beredar di pasaran saat ini. Perusahaan-perusahaan pesaing berlomba-lomba berusaha mentargetkan kemenangan dengan menggunakan kebijakan-kebijakan promosi penjualan seperti adanya discount.

Sejak PT. Romeo Alam Segar memroduksi air minum dalam kemasan, program discount telah dijalankan sebaga fungsi kontrol harga eceran produk air minum, tetapi sejak menjamurnya merk-merk air minum dalam kemasan tersebut, program potongan harga lebih diintensifkan untuk mengantisipasi persaingan. Berdasarakan data-data penjualan setiap tahunnya program potongan harga yang telah di jalankan memiliki pengaruh yang berbeda-beda terhadap target penjualan.

Pada 1998 perusahaan yang dipimpin oleh Dr. Ruby Aurora Primapuspa, S.E. ini sudah memberikan potongan harga. Tetapi belum mencapai sasaran nilai penjualan yang di inginkan karena disebabkan oleh situasi sulit yang melanda perekonomian Indonesia saat itu seperti pengangguran yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil, tingkat inflasi yang melonjak dan pergolakkan politik yang menyebabkan kerusuhan di mana-mana. Sehingga mengakibatkan daya beli konsumen melemah. Begitu juga yang dialami oleh PT Romeo Alam Segar yang memutuskan menaikkan diskon yang lebih tinggi pada tahun berikutnya. Sasaran utama perusahaan yang beralamat dijalan Abdul Rahman nomor 99 jakarta timur ini bukan semata-mata demi untuk mencapai target, tetapi juga mencapai peningkatan volume penjualan yang maksimal.

Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik melakukan suatu penelitian dengan judul “Pengaruh Potongan Harga Terhadap Nilai Penjualan Pada Produk Air Minum PT. Romeo Alam Segar”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, rumusan masalah yang diajukan yaitu sebagai berikut :

1) Apakah terdapat hubungan antara potongan harga dengan nilai penjualan pada PT Romeo Alam Segar?

2) Bagaimanakah potongan harga terhadap nilai penjualan pada PT Romeo Alam Segar?


C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini yaitu :

a. Untuk mengetahui hubungan antara potongan harga dengan nilai penjualan pada PT Romeo Alam Segar;

b. Untuk mengetahui pengaruh potongan harga terhadap nilai penjualan pada PT Romeo Alam Segar.


Dapatkah Anda menganalisis kesalahan bahasa pada makalah tersebut?


1. Ketidaksantunan Ejaan

Ejaan adalah seperangkat aturan atau kaidah yang mengatur cara melambangkan bunyi, cara memisahkan atau menggabungkan kata, dan cara menggunakan tanda baca. Ejaan yang berlaku sekarang adalah Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) yang diresmikan pada 16 Agustus 1972. Ketidaksantunan ejaan pada makalah ini yaitu a) penulisan subjudul, b) penulisan kata depan, c) dan penggunaan tanda baca.

Menurut EYD, penulisan judul menggunakan huruf kapital di awal kata kecuali kata tugas. Selain itu, tanda titik tidak digunakan di belakang subjudul dan penulisan subjudul pun tidak menggunakan huruf miring, kecuali judul buku.


Penulisan judul berikut salah.

A. Latar belakang masalah.

B. Rumusan masalah.

“Pengaruh Potongan Harga Terhadap Nilai Penjualan Pada Produk Air Minum PT Romeo Alam Segar”

Penulisan yang benar yaitu

A. Latar Belakang Masalah

B. Rumusan Masalah

“Pengaruh Potongan Harga terhadap Nilai Penjualan pada Produk Air Minum PT Romeo Alam Segar”


Seorang mahasiswa pernah bertanya kepada penulis, “Mengapa penulisan penyingkatan ‘Perseroan Terbatas’ harus dipermasalahkan? Bukankah penyingkatan dengan tanda titik (P.T.) atau tanpa tanda titik (PT) tidak akan membedakan pengertian?” Ketika itu, penulis menjawab, “Penulisan PT dan P.T. diibaratkan seperti dua orang mahasiswa (A dan B) memakai sepatu. Mahasiswa A memakai sepasang sepatu (kiri dan kanan), sedangkan mahasiswa B memakai sepatu, tetapi bagian kanan semua. Penulisan PT (tanpa menggunakan tanda titik) diibaratkan mahasiswa yang memakai sepasang sepatu (bagian kiri dan kanan), sedangkan penulisan P.T. (menggunakan tanda titik) diibaratkan mahasiswa yang memakai sepatu bagian kanan semua. Pilihlah, Anda mau menjadi mahasiswa A atau B?

Menurut EYD, selain tidak digunakan di belakang judul, mata uang, timbangan, dan ukuran, tanda titik tidak digunakan di belakang singkatan kata yang terdiri atas huruf-huruf awal kapital. Dengan demikian, penulisan singkatan Perseroan Terbatas yang benar adalah PT (tanpa menggunakan tanda titik).

Sementara itu, tanda titik hanya digunakan di belakang singkatan nama diri, gelar, ungkapan umum yang menggunakan huruf kecil, dan angka yang menyatakan jumlah. Penulisan gelar yang benar adalah Dr. Ruby Aurora Primapuspita, S.E. bukan DR. Ruby Aurora Primapuspita, SE.

Dalam masyarakat kita terdapat bermacam gelar, umpamanya gelar akademik, gelar adat, gelar keagamaan dan gelar kehormatan (honoris causa). Walaupun dalam bahasa Indonesia sudah diatur penggunaan (singkatan) gelar-gelar tersebut, kelihatannya masih terjadi kerancuan cara penggunaan dan tempat untuk gelar-gelar tersebut. Sebagai contoh, gelar doktor. Ada yang menulisnya dengan singkatan yang menggunakan huruf besar /DR/ dan ada juga yang menulisnya /Dr/ dengan /r/ kecil dan /d/ besar. Manakah yang benar?

Dalam pedoman umum Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan dengan jelas diterangkan bahwa singkatan gelar doktor ialah /Dr./ dengan /D/ besar dan /r/ kecil. Untuk singkatan gelar dokter dengan /e/ digunakan /d/ kecil dan /r/ kecil. Singkatan /dr/ menjadi /Dr./jika terletak pada awal kalimat. Akan tetapi, dianjurkan bila gelar/dr./ digunakan pada awal kalimat, sebaiknya ditulis lengkap Dokter supaya tidak keliru dengan gelar doktor yang memang ditulis dengan /D/ besar di mana pun tempatnya. Perhatikan contoh berikut ini.

  1. Renata Kanaratih berhasil meraih gelar doktor dalam ilmu budaya. Kini namanya menjadi Dr. Renata Kanaratih, S.Pd., M.Hum..

  2. Setelah diangkat menjadi guru besar, Dr. Renata Kanaratih, S.Pd., M.Hum. namanya akan ditulis menjadi Prof. Dr. Renata Kanaratih, S.Pd., M.Hum..

  3. Dokter Ruby Aurora akan menjadi pembimbing skripsi di Universitas Indonesia.

  4. Di Majalengka dr. Dodo Sumbada akan memimpin Rumah Sakit Umum Daerah.

Kadang-kadang orang menuliskan gelar doktor dengan singkatan /DR/, keduanya dengan huruf besar. Cara seperti itu jelas tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Gelar kehormatan doktor juga harus ditulis /Dr./ yaitu /D/ besar dan /r/ kecil. Di belakang gelar kehormatan itu ditambahkan dalam kurung (HC) tanpa titik di antara kedua huruf tersebut. Perhatikanlah contoh berikut ini.

  1. Penyanyi Cici Paramida memperoleh gelar kehormatan dari universitas terkenal di Malaysia. Kini dia bergelar Dr. (HC) Cici Paramida.


Jika gelar lebih dari satu, sebaiknya digunakan saja gelar yang tertinggi, tetapi tidak ada larangan menggunakan semua gelar tersebut. Sebagai contoh :

Prof. Dr. dr. Cut Ita Ali

Wiwik Widyastuti, S.I.P., M.Sc.


Gelar-gelar agama ditulis sebelum nama diri seperti :

Prof. Dr. dr. H. Soetedjo Oetojo, M.A.

Drs. K.H. Imam Hanafi, S.Ag


Selanjutnya, ketidaksantunan ejaan terletak pada penulisan kata depan di dan awalan di-. Penulis pernah mengatakan kepada mahasiswa bahwa ketidaksantunan ini merupakan ‘penyakit’ karena terlalu sering dilakukan oleh mahasiswa dan setelah diberi tahu tentang kesalahan tersebut, mahasiswa selalu mengulangi. Menurut EYD, penulisan kata depan di dan awalan di- dibedakan. Cara penulisan kata depan di dipisah dari kata tempat atau benda yang mengikuti, sedangkan penulisan awalan di- digabung dengan kata kerja atau sifat yang mengikuti. Dengan demikian kesalahan pada kata kata diberbagai, dijalan, di jalankan, dan di pungkiri dapat dikoreksi menjadi di berbagai, di jalan, dijalankan, dan dipungkiri. Jika Anda tetap menulis di pungkiri berarti pungkiri adalah nama tempat. Baiklah, sekarang penulis bertanya, di manakah daerah Pungkiri itu?

2. Ketidaksantunan Diksi dan Kalimat

Diksi adalah pilihan kata dalam mengungkapkan apa yang ingin disampaikan. Terdapat ketidaksantunan diksi dalam makalah yaitu berhubungan dengan pemilihan kata baku dan tidak baku.


Kata Tidak Baku Kata Baku

mentargetkan menargetkan

memroduksi memproduksi

kwalitas kualitas

Menurut kaidah bahasa Indonesia, pembentukan awalan me- akan luluh jika menghadapi kata-kata yang berhuruf awal /s/, /p/, /t/, dan /k/, kecuali kluster seperti /kr/, /pr/, /tr/, dan /sp/. Dengan demikian diksi yang benar bukan bentuk mentargetkan dan memroduksi, melainkan bentuk menargetkan dan memproduksi.

Selanjutnya, pemilihan kata kwalitas yang diserap dari bahasa Inggris quality adalah salah, seharusnya kualitas. Penyerapan unsur asing ke dalam bahasa Indonesia sudah diatur dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 146/U/2004 tentang Pedoman Umum Pembentukan Istilah.

Ketidaksantunan yang lain terletak juga pada pemilihan kata yang boros dan idiomatik yang salah sehingga kalimat menjadi tidak efektif. Perhatikan contoh berikut ini.

a. Pada 1998 perusahaan yang dipimpin oleh Dr. Ruby Aurora Primapuspa, S.E. ini sudah memberikan potongan harga, tetapi belum mencapai sasaran nilai penjualan yang diinginkan karena disebabkan oleh situasi sulit yang melanda perekonomian Indonesia saat itu seperti misalnya pengangguran yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil, tingkat inflasi yang melonjak, dan pergolakkan politik yang menyebabkan kerusuhan di mana-mana

b. Saat ini produk tersebut telah tersedia di berbagai sektor pasar, baik pasar sederhana ataupun pasar terkemuka seperti misalnya supermarket, minimarket, dan lain-lain.

c. Sasaran utama perusahaan yang beralamat di Jalan Abdul Rahman Nomor 99 Jakarta Timur ini bukan semata-mata demi untuk mencapai target, tetapi juga mencapai peningkatan volume penjualan yang maksimal.

Kata Boros Kata Hemat

karena disebakan oleh … karena …

… disebabkan oleh …

seperti misalnya… dan lain-lain … seperti …

… misalnya …

… dan lain-lain

demi untuk … demi …

… untuk …

tingkat inflasi yang melonjak pelonjakan inflasi

pergolakkan politik pergolakan politik


Di samping itu, terdapat ketidaksantunan pemilihan idiomatik atau padanan khas yang tetap seperti baik … ataupun …, antara ….dengan …, dan bukan …, tetapi…. Seharusnya, idiomatik tersebut dapat dikoreksi menjadi baik … maupun …, antara … dan …, dan bukan …, melainkan …atau tidak …, tetapi ….

Berdasarkan penjelasan tersebut, kalimat a, b, dan c dapat diperbaiki seperti berikut ini.

a. Pada 1998 perusahaan yang dipimpin oleh Dr. Ruby Aurora Primapuspa, S.E. ini sudah memberikan potongan harga, tetapi belum mencapai sasaran nilai penjualan yang diinginkan karena situasi sulit yang melanda perekonomian Indonesia saat itu seperti pengangguran yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil, pelonjakan tingkat inflasi dan pergolakan politik yang menyebabkan kerusuhan di mana-mana

b. Saat ini produk tersebut telah tersedia di berbagai sektor pasar, baik pasar sederhana maupun pasar terkemuka, misalnya supermarket dan minimarket.

c. Sasaran utama perusahaan yang beralamat di Jalan Abdul Rahman Nomor 99 Jakarta Timur ini bukan semata-mata untuk mencapai target, melainkan juga mencapai peningkatan volume penjualan yang maksimal.

3. Ketidaksantunan Paragraf

Kalimat-kalimat yang terangkai akan membentuk paragraf. Paragraf yang baik harus memenuhi persyaratan kepaduan. Persyaratan kepaduan ini dapat tercapai jika menerapkan penggunaan kata penghubung yang tepat, baik kata penghubung intrakalimat maupun kata penghubung antarkalimat. Kata tetapi dan sehingga bukan merupakan kata penghubung antarkalimat, melainkan kata penghubung intrakalimat. Sebaliknya, kata namun bukan kata penghunung intrakalimat, melainkan kata penghubung antarkalimat yang berfungsi menghubungkan antara kalimat yang satu dengan yang lain. Perhatikan contoh ketidaksantuanan berikut ini.

a. Sudah tidak bisa dipungkiri dalam kehidupan manusia, kebutuhan air minum merupakan faktor utama. Di berbagai belahan bumi peningkatan kesehatan sangatlah berhubungan erat dengan masalah air minum. Secara ilmiah sumber air minum yang terdapat dalam belahan bumi yang beriklim empat musim dapat dikatagorikan lebih baik, namun daerah yang beriklim dua musim sangat dilema, terutama di Indonesia yang sampai saat ini masih sulit mendapatkan standar kualitas air minum yang baik.

b. Pada 1998 perusahaan yang dipimpin oleh Dr. Ruby Aurora Primapuspa, S.E. ini sudah memberikan potongan harga. Tetapi belum mencapai sasaran nilai penjualan yang diinginkan karena situasi sulit yang melanda perekonomian Indonesia saat itu seperti pengangguran yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil, pelonjakan tingkat inflasi dan pergolakan politik yang menyebabkan kerusuhan di mana-mana. Sehingga daya beli konsumen melemah. Begitu juga yang dialami oleh PT Romeo Alam Segar yang memutuskan menaikkan diskon yang lebih tinggi pada tahun berikutnya.


Paragraf tersebut dapat diperbaiki seperti berikut ini.

a. Sudah tidak bisa dipungkiri dalam kehidupan manusia, kebutuhan air minum merupakan faktor utama. Di berbagai belahan bumi peningkatan kesehatan sangat berhubungan erat dengan masalah air minum. Secara ilmiah sumber air minum yang terdapat dalam belahan bumi yang beriklim empat musim dapat dikatagorikan lebih baik, tetapi daerah yang beriklim dua musim sangat dilema, terutama di Indonesia yang sampai saat ini masih sulit mendapatkan standar kualitas air minum yang baik.

atau

Sudah tidak bisa dipungkiri dalam kehidupan manusia, kebutuhan air minum merupakan faktor utama. Di berbagai belahan bumi peningkatan kesehatan sangat berhubungan erat dengan masalah air minum. Secara ilmiah sumber air minum yang terdapat dalam belahan bumi yang beriklim empat musim dapat dikatagorikan lebih baik. Namun, daerah yang beriklim dua musim sangat dilema, terutama di Indonesia yang sampai saat ini masih sulit mendapatkan standar kualitas air minum yang baik.

b. Pada 1998 perusahaan yang dipimpin oleh Dr. Ruby Aurora Primapuspa, S.E. ini sudah memberikan potongan harga, tetapi belum mencapai sasaran nilai penjualan yang diinginkan karena situasi sulit yang melanda perekonomian Indonesia saat itu seperti pengangguran yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil, pelonjakan tingkat inflasi dan pergolakan politik yang menyebabkan kerusuhan di mana-mana sehingga daya beli konsumen melemah. Begitu juga yang dialami oleh PT Romeo Alam Segar yang memutuskan menaikkan diskon yang lebih tinggi pada tahun berikutnya.


4. Ketidaksantunan Konvensi Penulisan

Konvensi penulisan karangan ilmiah adalah kaidah yang mengatur penampilan karangan ilmiah agar teratur. Keteraturan yang tampak pada penulisan karangan ilmiah adalah sistematika penomoran. Ada dua cara mengatur sistematika penomoran yaitu dengan menggunakan sistem gabungan angka dan huruf dan sistem angka digital seperti berikut ini.

I.

II.

A.

B.

1.

2.

a.

b.

1)

2)

a)

b)

(1)

(2)

(a)

(b)

((1))

((2))

((a))

((b))

1.

1.1

1.2

1.3

1.3.1

1.3.2

1.3.3

2.

2.1

2.2

2.3

2.3.1

2.3.2

2.3.3








Ketidaksantunan sistematika penomoran pada makalah ini yaitu

a.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, rumusan masalah yang diajukan yaitu sebagai berikut :

1) Apakah terdapat hubungan antara potongan harga dengan nilai penjualan pada PT Romeo Alam Segar?

2) Bagaimanakah potongan harga terhadap nilai penjualan pada PT Romeo Alam Segar?

b.

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini yaitu :

a. Untuk mengetahui hubungan antara potongan harga dengan nilai penjualan pada PT Romeo Alam Segar;

b. Untuk mengetahui pengaruh potongan harga terhadap nilai penjualan pada PT Romeo Alam Segar.


Dapatkah Anda memperbaikinya? Berikut adalah jawaban yang benar. Samakah jawaban Anda dengan jawaban berikut ini?

a.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, rumusan masalah yang diajukan yaitu sebagai berikut.

    1. Apakah terdapat hubungan antara potongan harga dengan nilai penjualan pada PT Romeo Alam Segar?

    2. Bagaimanakah potongan harga terhadap nilai penjualan pada PT Romeo Alam Segar?

b.

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini yaitu

  1. untuk mengetahui hubungan antara potongan harga dan nilai penjualan pada PT Romeo Alam Segar;

2. untuk mengetahui pengaruh potongan harga terhadap nilai penjualan pada PT Romeo Alam Segar.

Perhatikan penggunaan tanda baca setelah kata yaitu dan yaitu sebagai berikut. Seringkali mahasiswa menggunakan tanda baca titik dua setelah kata yaitu dan yaitu sebagai berikut. Padahal, penggunaan tanda titik dua setelah kata yaitu dan yaitu sebagai berikut mubazir karena memiliki arti yang sama. Tanda titik dua mempunyai arti yaitu, adalah, yakni, dan ialah. Jadi, penggunaan tanda titik dua dan yaitu merupakan suatu pilihan.

Selanjutnya, perhatikan penggunaan huruf kapital di awal kalimat perincian. Gunakan huruf kapital jika kalimat sebelum perincian menggunakan yaitu sebagai berikut.(diakhiri tanda titik) dan gunakan huruf kecil jika diakhiri kata yaitu (tanpa diakhiri tanda titik dua) atau …berikut: (diakhiri tanda titik dua).

Rabu, 07 Januari 2009

Hari Ulang Tahun Majalengka sebagai Pesta Perubahan


Oleh Niknik M. Kuntarto, S.Pd., M.Hum.


”Majalengka??”
”Majalengka itu daerah mana ya, Bu Niknik?”
”Kok saya tidak pernah mendengar nama Kota Majalengka?”

Itu adalah respon beberapa mahasiswa saya ketika menyebut Majalengka sebagai kota kelahiran saya.

”Oh, Majalengkla! Ya, saya tahu!”
”Oh, Majalengka itu daerah yang berdekatan dengan kota Bandung, ya, Bu Totok?”
”Oh, Majalengka itu daerah yang terkenal dengan kue borondong, ya?”

Dan ini adalah reaksi dari beberapa rekan dosen ketika saya memperkenalkan Majalengka sebagai tempat saya dibesarkan. Saya pikir mereka benar-benar mengetahui keberadaan Majalengka, tetapi ternyata keliru; mereka menyamakan Majalengka dengan Cicalengka.

Ada beberapa tetangga saya yang mengenal Majalengka karena mereka rajin menonton televisi, tetapi nada negatiflah yang muncul.

”Oh, Majalengka itu daerah yang terkenal dengan sarang terorisnya?”
”Oh, Majalengka itu daerah yang sering terkena gempa bumi?

Atau jika ada teman-teman yang tahu dan pernah mengunjungi Majalengka, kota yang konon katanya penghasil kecap ini hanya dijadikan bahan guyonan. Secara berseloroh beberapa teman bersyukur bahwa Majalengka tidak memiliki stasiun kereta api. Bila itu terjadi niscaya lokomotif dan ekor kereta; masing-masing akan berada di luar kota pada saat kereta berhenti di stasiun Majalengka. Hehe..


Di sebuah tayangan infotainment seorang artis cukup terkenal bercerita bahwa ia akan menikah dengan seorang pengusaha yang berasal dari Cirebon. Padahal, yang ia maksud adalah seorang pengusaha genteng bermerek terkenal dari Jatiwangi dan Jatiwangi adalah bagian dari Majalengka, bukan Cirebon. Malukah artis tersebut memiliki suami yang berasal dari Majalengka hingga ia tidak menyebutkan daerah asal calon suaminya?

Trenyuh, gusar, dan kaget! Mengapa semua ini terjadi? Apakah Majalengka, kampung halaman tempat saya dibesarkan begitu kampungkah sampai-sampai jarang orang mengetahui keberadaan Kota Majalengka?
Di hari ulang tahun Majalengka ini, mari kita merenungkan keadaan Majalengka, kampung halaman yang kita cintai ini.

Kita boleh bangga bahwa pendiri PT Astra Internasional, William Surjadjaja, adalah putra Majalengka yang merupakan salah satu tokoh dan pebisnis yang sukses. Bukan saja telah mendirikan sebuah perusahaan yang dihormati baik di dalam maupun di luar negeri oleh karena profesional dan integritasnya, melainkan lebih dari itu, melalui visi dan komitmen sosialnya, ia telah membuktikan sumbangsihnya kepada bangsa Indonesia dalam mengangkat ekonomi nasional. Lelaki yang lahir di Majalengka pada 20 Desember 1923 ini mampu menciptakan lapangan kerja bagi puluhan ribu masyarakat Indonesia, tetapi apakah kita cukup bangga dengan Majalengka hanya karena William Surjadjaja lahir di Majalengka?? Apa sepakterjangnya sendiri untuk Majalengka?

Kita pun sah-sah saja bangga pada Majalengka karena sanggup melahirkan seniman seperti Ayip Rosidi atau penyanyi seperti Elvi Sukaesih, atau pelawak seperti Sule yang tergabung dalam grup lawak SOS atau sosok-sosok lainnya yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu. Namun, sekali lagi, apakah kita cukup puas dengan mereka yang sudah terkenal hanya karena lahir di Majalengka?? Apa sumbangsihnya sendiri bagi pembangunan dan perekonomian Majalengka?

Majalengka harus memiliki diferensiasi jika ingin maju. Jika ingin maju Majalengka harus BERUBAH. Lihatlah Gorontalo yang tak semua orang mengenal daerahnya, tetapi kini terkenal sebagai daerah pengekspor jagung terbesar di Indonesia. Atau Ubud, desa terpencil, siapa yang sangka bahwa dahulu Ubud adalah salah satu desa kecil di sebuah bukit di Bali; daerah yang tertutup dan berhutan lebat sehingga para turis pun merasa takut dan tidak berani menginjakkan kakinya di Ubud. Ubud tidak akan pernah menjadi daerah kunjungan wisata kalau tak ada seseorang yang dengan sungguh-sungguh melakukan PERUBAHAN. Sang pengubah itu adalah Tjokorda Gde Agung Sukawati, Raja Ubud.


Semasa hidupnya, GA Sukawati sangat memerhatikan kesenian. Ia berpikir, rakyatnya tidak bisa hidup seperti ini terus-menerus. Kemudian, ia pun mulai mencari jalan agar warganya bisa membuat karya-karya seni secara lebih indah dan lebih bernilai. Oleh karena itu, setiap kali ia mendengar ada pelukis hebat datang ke Bali, ia ajak ke Ubud. Ia memburu orang-orang terkenal seperti Affandi, Walter Spies, Hanz Snell, dan Antonio Blanco. Dijemputnya di pelabuhan. Bahkan diberikannya rumah. Syaratnya hanya satu: Tolong ajarkan anak-anak Ubud melukis. Antonio Blanco adalah salah satu dari beberapa pelukis terkenal yang banyak memberikan pengaruh terhadap perkembangan seni lukis di Ubud. Bahkan, ia sampai jatuh cinta dengan gadis Bali dan menetap hingga akhir hayatnya. Konon, sebelum kedatangan para pelukis terkenal, lukisan seniman Ubud terbatas hanya pada tema-tema yang lazim ditemui pada epos Mahabarata dan Ramayana. Sekarang mereka bisa menghasilkan karya-karya yang sangat ekspresif dengan multitema.


Gagasan sederhana itu sekarang sangat dinikmati orang-orang Bali. PERUBAHAN telah mengantarkan Ubud menjadi daerah wisata. Berkat keseniannya yang sangat istimewa, dan alam pegunungan yang dikelilingi persawahan yang indah, Ubud dikenal sebagai daerah kunjungan wisata yang sangat digemari dan bernilai ekonomis sangat tinggi. Di sepanjang jalan di Ubud, kita akan bertemu dengan selebritis dunia, guru-guru besar dari universitas terkenal di dunia, serta usahawan mancanegara. Mereka mengayuh sepeda, mengunjungi musium, memborong lukisan dan karya-karya seni.



Hari ulang tahun adalah hari yang penuh dengan harapan. Saya berharap hari ulang tahun Majalengka ini dapat dijadikan HARI PERUBAHAN.
Menjelang pemilihan kepala daerah Kabupaten Majalengka 2008 – 2013, saya berharap masyarakat dapat menentukan pilihan yang tepat pada figur calon pemimpin mendatang yang akan memimpin Kota Majalengka dengan suatu PERUBAHAN. Seorang pemimpin yang mampu melanjutkan pembangunan yang saat ini mulai berkembang. Seorang pemimpin yang mampu membangun Kota Majalengka dengan suatu PERUBAHAN sehingga menjadi kota yang memiliki diferensiasi yang signifikan. Pemimpin yang mampu membuat masyarakatnya bangga terhadap daerahnya sendiri.

Saya berharap orang yang akan memimpin kelak adalah seorang pemimpin yang mampu menciptakan PERUBAHAN. Ia tidak terpaku dan berselancar di atas pola yang dibuat oleh para pendahulunya, melainkan membuat jalan-jalan baru yang lebih baik dan lebih sesuai dengan kebutuhannya. Ia bahkan menawarkan tujuan-tujuan baru untuk dicapai bersama-sama maka lebih dari sekedar manajer, ia adalah seorang pentransfer yang memberikan inspirasi kepada para pengikutnya. Ia mengajak orang-orang melihat apa yang ia bisa lihat dan mengajak mereka semua agar bisa mencapai tujuan tersebut.

Di hari ulang tahun Majalengka ini, saya berharap agar Majalengka menjadi kota kebanggaan masyarakat Majalengka di mana pun berada, termasuk warga yang berada di luar Majalengka. Suatu saat Majalengka akan dikunjungi para investor yang akan turut membangun Kota Majalengka dengan segala potensi yang ada. Suatu saat Majalengka menjadi daerah yang banyak dikunjungi para wisatawan yang menikmati pemandangan indah Gunung Tilu, Gunung Margatapa, Gunung Ciremai, atau Gunung Kuda dan kembali ke daerahnya dengan membawa oleh-oleh kecap yang rasanya tak kalah dengan kecap produk Indofood, atau menenteng opak dan rengginang, makanan khas Majalengka, dengan berbagai aroma dan rasa seperti rasa keju, rasa ayam, atau strawberi. Atau, mengantungi buah duwet, buah khas Majalengka, yang rasanya tak kalah segar dengar buah anggur.

Bayangkan, suatu saat nanti di Majalengka berdiri universitas berstandar dunia meskipun universitas itu merupakan lisensi universitas asing. Bayangkan, hampir setiap rumah di Indonesia menggunakan atap genteng dan hiasan batu alam produk Majalengka yang kualitasnya pantas dibanggakan. Bayangkan!

Semoga saya dan warga Majalengka lainnya bisa membanggakan Kota Majalengka sebagai kota kelahirannya. Dengan bangga saya akan memberi tahu mahasiswa, teman-teman, dan tetangga saya bahwa saya bangga dengan Majalengka. Saya bangga karena Bupati Majalengka, Ibu Tuti Hayati Anwar adalah wanita Indonesia pertama yang duduk menjadi bupati di Indonesia sejak 1997. Saya bangga karena berbagai penghargaan sudah diterimanya. Saya bangga karena beliau sanggup menorehkan prestasinya dengan mengubah citra Kota Majalengka sebagai kota ”senja” menjadi kota yang ”hidup” baik di siang hari maupun di malam hari.

Saya ingin memberitahukan mahasiswa, teman-teman, dan tetangga saya bahwa saya bangga dengan Majalengka. Saya bangga karena Majalengka pernah melahirkan raja bola Indonesia, Irwan Suryondo. Melalui sebuah misi dagang di Belanda ia berhasil ambil bagian sebagai pemasok bola yang disepak-sepak oleh kaki-kaki para pemain kesebelasan dunia di kancah Piala Dunia Prancis pada 1998.


SELAMAT HARI ULANG TAHUN KOTA KELAHIRANKU, MAJALENGKA
Semoga tangan-tangan terampil yang memimpin Majalengka lebih kreatif mencari jalan keluar dari setiap kesulitan yang dihadapinya, yang mampu melihat dengan terang kesempatan-kesempatan indah yang ada di balik setiap kesulitan karena pemimpin kreatiflah yang dibutuhkan dalam melakukan PERUBAHAN.